MEMBENTUK ANAK YANG KREATIF

Share artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Di era modern seperti sekarang ini, dinamika perubahan sangat cepat terjadi. Keadaan tahun ini sudah jauh berbeda dengan apa yang terjadi tahun lalu, semua berganti dengan sangat cepat. Pergantian hal yang cepat membutuhkan adaptasi tinggi serta bentuk permasalahan baru yang ditimbulkan. Tentu saja hal ini menuntut kita untuk selalu kreatif dalam menyelesaikan masalah yang timbul. Baik yang berkaitan dengan teknologi, penerapannya, kebiasan dan banyak lagi. Lalu bagaimana dengan anak dan remaja?

Setiap generasi memiliki masalah dalam kehidupannya dan kemampuan mengatasi masalah yang tentu saja berbeda. Sebagai contoh sederhana, di masa lalu transaksi pembelian selalu menggunakan uang kertas dan logam sesuai mata uang yang berlaku di daerah tersebut. Namun di masa sekarang penggunaan uang kertas dan logam sudah sangat berkurang dan digantikan oleh bentuk mata uang digital. Sehingga pola kebiasaan yang terjadi pun berbeda antara generasi tua yang terbiasa membawa uang lembaran kemanapun, dengan generasi muda yang terbiasa menggunakan kartu untuk semua transaksi.

Bagaimana kita sebagai orang tua maupun pendidik yang berada di golongan tua menyesuaikan diri bahkan mengajari anak kita beradaptasi dengan kondisi yang ada? Kuncinya mengajari anak berpikir kreatif. Dengan mengajari anak berpikir secara kreatif, kita akan dapat membentuk mental anak untuk terus berupaya menyelesaikan masalah-masalah kecil di dalam kehidupannya sesuai dengan kondisi yang ada. Bagaimana caranya? Apa itu kreatif? definisi kreatif adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada. Kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah yang dia atau orang lain hadapi. Jadi kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam dunia seni semata, namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali kita terjebak dalam perspektif bahwa hanya orang seni saja yang bisa kreatif, padahal kita sendiri juga bisa kreatif dalam banyak hal. Misalkan ibu-ibu dalam memasak.

Lalu bagaimana membentuk anak menjadi kreatif? Sejak usia dini, kita bisa mulai mengenalkan anak pada permasalahan sederhana sesuai usianya. Sebagai contoh untuk anak usia 1-2 tahun belajar berjalan adalah masalah yang sulit dipelajari. Beberapa anak menyelesaikannya dengan cara berjalan sambil memegang dinding, mengangkat tangannya untuk menjaga keseimbangan, atau berjalan sambil berpegangan dengan orang yang lebih dewasa. Ini adalah bentuk sederhana kreativitas anak untuk bisa berjalan. Semakin dewasa usia anak, maka tingkat permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks. Sehingga dibutuhkan kreativitas lebih dalam penyelesaiannya. Langkah yang bisa digunakan dalam membentuk anak menjadi kreatif adalah :

  1. Mengajari dan menuntun anak untuk mengenal sumber permasalahan itu sendiri
  2. Mencari sumber daya yang ada di sekitar untuk menyelesaikan permasalahannya
  3. Memetakan masalah dalam sebuah diagram sederhana
  4. Memberi contoh anak dalam menyelesaikan masalah
  5. Memberikan arahan dari jauh untuk anak
  6. Memberikan dorongan motivasi bagi anak
  7. Memberikan apresiasi bagi anak ketika menyelesaikan masalah
  8. Mengevaluasi kemungkinan lain dari masalah yang sama di waktu berbeda untuk memancing kemampuan berpikir anak

Selain itu mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir kreatif juga bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan bagi anak baik kegiatan fisik maupun online di berbagai bidang. Beberapa bidang yang bisa dicoba mulai dari seni seperti seni musik, seni lukis, seni tari, seni pertunjukan atau bidang sastra seperti belajar bahasa asing atau penulisan, bidang digital maupun bidang ketrampilan tangan dan olahraga. Interaksi dengan banyak orang sangat mempengaruhi anak untuk bisa mengenal karakter lain sebagai teman dan guru. Hal ini akan membangun kemampuan anak dalam beradaptasi dengan beragam karakter. Tentunya sebagai orang tua kita sangat ingin anak kita memiliki sikap kreatif dalam berbagai bidang, untuk itu diperlukan beragam kegiatan yang bisa diikuti bagi anak. Di AME Art and Education terdapat beragam kegiatan yang bisa dipilih anak sebagai alternative kegiatan di waktu senggangnya. Kami memiliki program yang terbagi menjadi :

  • Handmade Arts
  • Art and Crafts
  • Fantasy Painting
  • Still Life Drawing
  • Animation Drawing
  • Mindfulness Colors
  • Digital Arts
  • Digital drawing
  • Video Editing
  • Music Production
  • Graphic Design
  • World Culture and Traditional Arts
  • Japanese Language
  • Korean Language
  • Origami
  • Modern Skills and Pop Culture
  • Esport Gaming
  • Fashion Design
  • Speech Master
  • Youtube Creator
  • Creative Content Writer
  • Cosplay Costume Design
  • Cosplay Performance
  • Journalism

By : Theresia Sharry

Comments are Closed